Minggu, 10 Januari 2016

Twin to twin transfusion syndrome?


Fetoscopic laser Photocoagulation untuk penanganan twin to twin transfusion syndrome.
Apa yang dimaksud dengan twinto twin transfusion syndrome?
Adalah janin kembar identik yang berasal dari satu sel telur dimana pembuluh darah janin A bersatu dengan pembuluh darah janin B sehingga terjadi aliran darah yang tidak seimbang diantara keduanya.
fetoscopic
Apa dampaknya pada janin?
Salah satu dari janin akan mengalami kekurangan aliran darah dan janin yang satunya akan mengalami kelebihan darah
Apa tanda tanda pada janin selama dalam rahim?
Tanda awal adalah salah satu janin yang kekurangan aliran darah akan mengalami pengurangan air ketuban sampai < 2 cm dalam satu ruangan selaput ketuban, sedangkan janin yang kelebihan aliran darah akan mengalami penimbunan air ketuban sampai > 8 cm dalam satu pengukuran.
Selain itu tanda apalagi pada janin pemberi darah (Donor)?
Jika tidak dilakukan tindakan apa apa janin pemberi darah (donor) akan kekurangan air sehingga kandung kencing tidak terisi air, dan berlanjut kepada gangguan tekanan darah (RI= Resistensi Indeks), jika belum juga dilakukan tindakan janin donor akan meninggal
Bagaimana dengan keadaan janin penerima darah?
Janin yang menerima darah akan mendapatkan air yang banyak sehingga akan menghasilkan kencing yang banyak yang selanjutnya akan mempunyai air ketuban yang berlebihan yang dapat merangsang kontraksi rahim dan terjadi persalinan prematur.
fetoscopic-2
Apa bahayanya jika janin mendapat aliran darah yang berlebihan?
Keadaan lain adalah beban jantung janin akan menjadi lebih berat sehingga dapat menyebabkan kegagalan jantung sehingga cairan akan menumpuk diseluruh badan janin sehingga tampak janin membengkak (Hydrops), selain dari pada itu jantung janin akan dipaksa bekerja berat sehingga dapat menyebabkan kegagalan jantung janin yang menyebabkan kematian janin dalam kandungan.
Berapa kemungkinan terjadi kematian janin dalam kandungan jika tidak dilakukan tindakan?
Hampir seratus persen kedua janin akan meninggal dalam kandungan.
Apa tanda tanda pada ibu?
Ibu yang mempunyai kehamilan kembar identik akan mengalami perbesaran perut yang progresif dan mendadak dalam beberapa minggu.
Apakah yang dapat dilakukan ibu hamil kembar pada awal kehamilan?
Ibu hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan kehamilan setelah terlambat haid, karena untuk mendeteksi kehamilan kembar satu sel telur atau 2 sel telur yang terbaik pada usia kehamilan 6-10 minggu.
fetoscopic-3
Kapan dapat dilakukan pemeriksaan plasenta?
Pada 3 bulan pertama, pada awal kehamilan adalah dengan melihat berapa kantong kehamilan, selain itu dapat dilihat dari bentuk sekat pembagi plasenta apakah seperti huruf “T” atau huruf lambda “λ”.
fetoscopic-4
Apa tindakan yang terbaik untuk penanganan Twin to twin transfusion syndrome?
Pemutusan hubungan pembuluh darah yang bersatu antara bayi A dengan bayi B, yaitu dengan cara membakar pembuluh darah yang berhubungan sehingga tidak terjadi aliran darah yang tidak seimbang.
Berapa angka keberhasilannya?
Dari beberapa tindakan yang telah dilakukan diluar negri adalah 80% satu atau kedua bayi dapat selamat.
Dimana dapat dilakukan?
Saat ini RSAB Harapan Kita dalam pengembangan penanganan kasus ini, namun diperkirakan tahun 2015 sudah dapat dilakukan di RSAB harapan Kita Jakarta.
Sumber : www.rsabhk.co.id

Ketuban Dipecah Paksa, Bayi Trauma?


Apakah pemecahan ketuban secara paksa menyebabkan bayi trauma?
Pada kasus persalinan yang dilakukan dengan cara induksi, Sebenarnya, indikasi ini dilakukan karena kehamilan lewat waktu, air ketuban kurang, ketuban pecah dini, hipertensi pada ibu dan beberapa kondisi lain. Induksi juga dilakukan dengan pertimbangan janin masih bisa lahir secara normal. Metode induksi bermacam-macam, mulai dari pemasangan balon di serviks (mulut rahim), pemberian obat melalui vagina, pemberian oksitosin melalui infus dan pemecahan ketuban secara sengaja (omniotomi)
shutterstock_92917117
Pada umumnya persalinan dengan induksi dilakukan untuk bayi yang terlambat lahir, yaitu bayi yang sudah dikandung lebih dari 41 minggu. Bayi tidak boleh lebih dari 42 minggu berada di dalam rahim karena plasenta tidak dapat lagi memberikan makanan yang cukup untuk bayi setelah jangka waktu tersebut. Induksi adalah salah satu cara untuk mempercepat kelahiran, bila kelahiran ingin dilakukan secara normal.
Ada beberapa alasan medis mengapa induksi ini dilakukan, misalnya :
  • Bila ketuban sudah pecah sebelum waktunya namun persalinan belum juga dimulai
  • Bila ibu mengalami tekanan darah tinggi yang semakin memburuk
  • Bila ibu mengidap penyakit diabetes yang tidak dapat dikendalikan
  • Bila ada tanda-tanda pertumbuhan bayi yang kurang baik
  • Bila ada pertimbangan medis lainnya yang mengharuskan bayi segera dilahirkan.
Amniotomi tidak menyebabkan janin trauma, karena pemecahan ketuban dilakukan perlahan dan hati-hati menggunakan alat khusus. Diharapkan setelah ketuban dipecahkan, kontraksi bertambah, mulut rahim menipis, kepala janin turun dan persalinan lebih cepat terjadi.

Manfaat Daun Oregano Untuk Kesehatan

Manfaat-Daun-Oregano-Untuk-Kesehatan
Rempah yang sering digunakan pada masakan Italia ini kaya nutrisi. Aromanya wangi khas membuat masakan menjadi lezat. Menurut sebuah penelitian terbaru rempah berdaun mungil ini mampu mengurangi resiko kanker prostat. Pada zaman Yunani kuno, oregano digunakan untuk simbol suka cita. Tanaman ini pertama kali tumbuh diperkebunan Gunung Olympus. Panjang tanamannya sekitar 20-80 cm, banyak tumbuh di Mediterania, Asia Tengah dan Asia Selatan. Daunnya mungil dengan batang daun keras.
Sebuah penelitian menemukan, oregano mengandung zat antiseptik, anti inflamasi, anti jamur dan anti virus. Jika oregano diseduh seperti teh dipercaya dapat mengatasi kesulitan makan pada anak. Selain itu juga bisa menyembuhkan gangguan pencernaan, kembung, batuk, kesulitan buang air kecil, gangguan menstruasi dan sakit kepala Oregano atau Pot Marjoram (Origanum vulgare) merupakan tanaman yang biasa ditanam di Mediterania dan Asia tengah dan selatan. Oregano tumbuh di daerah pegunungan terpencil di mana tidak ada polusi. Tanaman ini biasanya digunakan untuk membuat makanan seperti pizza dan spaghetti. Selain untuk bahan pizza, daun Oregano dimanfaatkan sebagai obat. Daun dipetik pada saat tanaman kandungan minyaknya tinggi. Daun kemudian di ekstrak dalam proses yang sepenuhnya alami, sama sekali tidak ada bahan kimia atau pelarut yang digunakan.
Manfaat-Daun-Oregano-Untuk-Kesehatan1
Kandungan.
Antioksidan, asam caffeic, eugenol, myrcene, asam oleanolic dan asam ursolat, serta senyawa antioksidan non-, carvone, caryophyllene, geraniol dan limonene.
Khasiat.
Oregano memiliki sejarah panjang dalam pengobatan, termasuk pengobatan penyakit pernafasan, arthritis, luka dan pencernaan. Hingga kini relatif sedikit penelitian ilmiah mengenai sifat obat dari tanaman ini. Namun dugaan sementara tanaman ini merupakan sumber fitonutrien yang diketahui aktif terhadap berbagai proses patologis dan penyakit kronis.

Buku Praktis Klinis Obstetri Ginekologi.

Bagian/SMF Obstetri Ginekologi Fakutas Kedokteran Universitas Diponegoro / RSUP Dr. Kariadi, Semarang meluncurkan sebuah buku ilmiah dengan judul “Praktis Klinis Obstetri Ginekologi”. Buku ini ditujukan untuk menambah pengetahuan dan wawasan dokter spesialis obstetri ginekologi maupun dokter umum dalam menghadapi kasus-kasus seputar ilmu kandungan dan kebidanan dalam praktek sehari-hari.
Buku Baru 2014
Adapun daftar isi dari buku Praktis Klinis Obstetri Ginekologi ini antara lain :
  1. Persoalan di dalam Etika dan Profesi Obstetri Ginekologi
  2. Patient Centerdness Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien
  3. Sistem Rujukan Pelayanan Obstetri & Neonatal Emergensi Dasar dan Komprehensif 24 Jam
  4. Progam Pencegahan Penularan HIV Dari Ibu Ke Anak (PPIA)
  5. Deteksi Dini dan Rujukan Preeklampsia di Pelayanan Dasar
  6. Nutrisi dalam Kehamilan
  7. Pengelolaan Sindroma Hellp
  8. Probiotik, Peranan dan Penggunaannya dalam Praktek Klinik
  9. POPQ Sebagai Dasar Diagnosis Prolaps Organ Panggul
  10. Lesi Prakanker Serviks
  11. Stress Pada Kehamilan Awal: Peran Sistem Neuro – Endokrin – Imun
  12. Blighted Ovum
  13. Keguguran Berulang pada Sindroma Antifosfolipid
  14. Bedah Invasif Minimal dalam Infertilitas
  15. Genetik pada Endometriosis
  16. Endometriosis dan Infertilitas
  17. Obesitas Pada Fertilitas Perempuan
  18. GnRH Analog untuk Kelainan Ginekologi Endokrinologi
  19. Infertilitas Fator Tuba : Pembedahan atau IVF
  20. Infertilitas Faktor Endometrium
  21. Inhibitor TNF-a pada Penatalaksanaan Infertilitas
  22. Induksi Ovulasi
  23. Letrozole Dibandingkan Clomiphene Citrate
  24. Sindroma Hiperstimulasi Ovarium
  25. Sindroma Ovarium Polikistik (SOPK)
  26. Infertilitas Pada Sindroma Ovarium Polikistik
  27. Anti Mullerian Hormon
  28. Menopause
  29. Androgen dan Dehidroepiandrosteron (DHEA) pada Masa Menopause : Amankah?
  30. Insersi IUD Pascaplasenta
  31. Perkembangan Klinik Bayi Tabung di Negara Berkembang dan Negara Maju
  32. Terapi Metformin Selama Kehamilan Dengann Riwayat Abortus Habitualis Pada Sindroma Ovarium Polikistik

Buku setebal 428 halaman ini merupakan sebuah kumpulan tulisan yang dipersembahkan oleh seluruh staf Bagian Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dalam rangka mensyukuri kiprah Prof. dr. Noor Pramono, MMedSc, SpOG(K) selama ini.
Peluncuran edisi pertama pada tanggal 25 Januari 2014.

5 Hal Tentang alat kontrasepsi IUD


Merdeka.com – IUD atau Intra Uterine Devices adalah salah satu jenis alat kontrasepsi yang cukup populer digunakan oleh para wanita. IUD biasa disebut dengan KB spiral. Alat kontrasepsi ini terbuat dari tembaga yang kemudian dimasukkan ke dalam liang vagina. IUD bekerja dengan cara mengganggu pergerakan sperma sehingga mencegah sperma untuk masuk ke dalam sel telur.
Lebih lanjut tembaga dalam IUD bertindak sebagai spermisidan dalam rahim. Hal ini meningkatkan kadar ion tembaga, prostaglandin, dan sel-sel darah putih di dalam rahim. Hormon IUD juga melepaskan progestin yang bermanfaat untuk mencegah pembuahan telur.
Selain hal tersebut, berikut adalah hal yang harus Anda ketahui tentang IUD seperti dilansir dari magforwomen.com.
IUD tidak menyebabkan infeksi panggul
Infeksi panggul dan rahim yang umumnya terjadi disebabkan karena model IUD sebelumnya yang tebal. Namun saat ini para peneliti telah mengembangkan model IUD yang lebih tipis dan aman untuk wanita.
IUD
IUD dapat digunakan oleh wanita dari segala usia
Wanita dari segala usia dapat memakai IUD bahkan bagi mereka yang sebelumnya belum pernah hamil. Tentu saja pemakaian ini harus sesuai dengan petunjuk dokter.
IUD tidak mampu mencegah penularan PMS
PMS atau penyakit menular seksual tidak dapat dicegah dengan alat kontrasepsi ini sebab IUD hanya efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
IUD tidak mengganggu kesuburan Anda
IUD sama sekali tidak mempengaruhi tingkat kesuburan Anda. Oleh sebab itu Anda tidak perlu khawatir dalam memakai alat kontrasepsi ini.
IUD menimbulkan efek samping
Efek samping yang dapat ditimbulkan oleh IUD adalah rasa mual yang biasa, nyeri payudara, dan menstruasi yang tidak teratur selama 3-4 bulan pertama.
IUD adalah salah satu alat kontrasepsi yang banyak disarankan oleh para

Apakah Pengertian Laparoskopi?

Laparoskopi merupakan tindakan bedah yang mengunakan teknik Minimaly invasive surgery (bedah invasif minimal) dimana dokter menggunakan teleskop/camera kecil yang dimasukkan kedalam perut dan instrumen bedah dalam bentuk mini. Sering dikenal sebagai istilah awamnya “diteropong”.
Bagaimanakah gambaran operasi Laparoskopi?
Laparoskopi merupakan teknik pembedahan atau operasi yang dilakukan dengan membuat dua atau tiga lubang kecil (berdiameter 5-10 milimeter) pada dinding perut pasien. Satu lubang pada pusar digunakan untuk memasukkan sebuah alat yang dilengkapi kamera untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor, sementara dua lubang yang lain untuk instrumen bedah yang lain. Pada suatu keadaan mungkin dibutuhkan lubang tambahan. Selanjutnya dokter akan menggunakan gas karbondioksida (CO2) untuk mengembangkan rongga perut sehingga mudah melakukan tindakan. Teknik anestesi/pembiusan yang digunakan umumnya anestesi umum.
T
Apa saja kasus yang dapat ditangani dengan Laparoskopi diagnostic dan operatif?
Laparoskopi dapat digunakan untuk mendiagnosis adanya kelainan (Laparokopi Diagnosik/LD) atau dapat pula melakukan tindakan operasi tertentu (Laparokopi Operatif/LO). Pada kasus ginekologi saat ini perkembangan tindakan Laparoskopi sangatlah pesat. Tindakan yang dapat dilakukan adalah: diagnosis untuk melihat adanya kelainan pada kasus infertilitas (susah punya anak), melihat saluran telur (tuba) dan memperbaiki bila ada kelainan, pembebasan perlengketan, sterilisasi, operasi hamil di luar kandungan, pengangkatan kista, mioma, bahkan dapat melakukan tindakan yang besar seperti pengangkatan rahim (histerektomi) dan operasi radikal pada kanker kandungan.
Apa sajakah kelebihan Laparoskopi bila dibandingankan dengan teknik operasi konvensional (laparotomy)?
Selain meminimalkan risiko, Laparoskopi mempercepat pemulihan dan mengurangi nyeri luka pascaoperasi, mempersingkat waktu rawat inap sehingga hanya dalam satu atau dua hari saja pasien sudah dapat pulang dan melakukan aktivitasnya, permukaan perut pasien tidak akan memerlukan jahitan yang lebar sehingga tidak mengurangi estetika

Pemeriksaan HSG

Definisi
a. Pemeriksaan Hysterosalpingografi (HSG) adalah pemeriksaan X-ray dari tuba fallopii dan uterus dengan menggunakan kontras yang diinjeksikan melalui cervik uteri. Pada kasus infertilitas pemeriksaan ini bertujuan untuk mendiagnosa ada atau tidaknya sumbatan pada salah satu atau kedua tuba fallopii yang dapat menghambat penyatuan sperma dan sel telur.
b. HSG juga dapat memberikan gambaran dari cavum uteri dan mendeteksi adanya abnormalitas uterus yang juga dapat menyebabkan infertilitas atau keguguran yang berulang.
c. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosa penyebab nyeri pelvis yang berasal dari dalam uterus atau memberikan informasi keberhasilan operasi tuba beberapa minggu atau bulan pasca operasi.
hsg-normal-anatomy 
Normal Anatomy
  hsg-blocked-fallopian-tubes
Blocked Fallopian Tubes
Bahan Kontras
a. Pada tahun-tahun yang terakhir ini dipakai juga bahan kontras lipiodol ultrafluid untuk pemeriksaan HSG. Bahan kontras ini juga dipakai untuk limfografi, sialografi, fistulografi dan untuk saluran-saluran yang halus misalnya saluran air mata. Kekurangan lipiodol ialah bahwa resorpsi kembali berlangsung lama sekali jika kontras ini masuk ke dalam rongga peritoneum.
b. Sekarang oleh ahli radiologi di Indonesia lebih banyak di pakai bahan kontras cair dalam air. Penggunaan urografin 60 % (meglumin diatrizoate 60 % atau sodium diatrizoate 10 %). Bahan kontras ini sifatnya encer, memberikan opasitas yang memuaskan dan mudah masuk kedalam tuba dan menimbulkan pelimpahan kontras kedalam rongga peritoneum dengan segera.
Waktu dilakukan pemeriksaan HSG
pada hari ke 9-10 sesudah haid mulai. pada saat itu biasanya haid sudah mulai berhenti dan selaput lendir uterus biasanya tenang. bila masih ada pendarahan. Mengapa harus dilakukan setelah haid selesai? Ini dimaksudkan agar cairan kontras tadi tidak ikut masuk ke pembuluh darah yang saat menstruasi dalam keadaan terbuka. Kalau sampai ikut masuk dikhawatirkan akan menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. Pemilihan hari-hari yang diasumsikan belum terjadi ovulasi sebagai hari pemeriksaan pun bertujuan agar tidak mengganggu sel telur yang akan dilepaskan oleh indung telur. Memasukkan cairan yang mengandung zat kontras ke dalam saluran telur dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas sel telur.
Suatu penelitian terbatas menyatakan bahwa fertilitas meningkat setelah HSG dilakukan dengan kontras minyak. Hipotesis tersebut menyatakan bahwa setelah pemberian, adhesi berkurang, fungsi cavum uteri meningkat, mucus menghilang dan kemampuan otot polos meningkat. Hal ini menyatakan bahwa HSG dapat mempunyai aplikasi terapi. Tapi, kebanyakan HSG dilakukan hanya untuk tujuan diagnostik karena efek terapeutiknya yang masih kontroversial.
Indikasi HSG
Indikasi HSG yang paling sering ialah dalam bidang ginekologi, yaitu :
1. Sterilitas primer maupun sekunder, untuk melihat potensi tuba.
2. Untuk menentukan apakah IUD (Intra Uterine Device) masih ada dalam cavum uteri.
3. Pada perdarahan pervaginam sedikit, misalnya yang disebabkan mioma uteri, polip endometrium, adenomatorus.
4. Abortus habitualis dalam trimester II, dengan HSG dapat diketahui lebar dan konfigurasi uteri internum.
5. Kelainan bawaan uterus atau adhesi bila kanalis servisis dan cavum uteri yang dapat menyebabkan abortus.
6. Tumor maligna cavum uteri.
7. Untuk melihat parut pada serviks dan uterus pasca sectio caesaria
Kontra Indikasi HSG
1. Proses inflamasi yang akut pada abdomen.
2. Hamil muda, karena bahaya terjadinya abortus.
3. Perdarahan pervaginam yang berat.
4. Setelah curettage atau dilatasi kanalis servisis.
5. Penyakit ginjal dan jantung yang lanjut, pasien dengan penyakit TBC
Komplikasi HSG
Umumnya komplikasi HSG hanya ringan saja. Keluhan utama ialah rasa nyeri pada waktu pemeriksaan dilakukan. Rasa nyeri ini akan hilang sendiri dalam beberapa jam. Kadang-kadang timbul keadaan pra-renjatan (pre-shock) karena pasien sensitiv terhadap kontras.
Prosedur Pelaksanaan
Sebelum pemeriksaan dilaksanaan, tanyakan apakah pasien mempunyai riwayat :
a. Alergi terhadap bahan X-ray, obat – obatan atau makanan.
b. Asma
c. Sedang dalam terapi
d. Kelainan perdarahan
Jika pasien mempunyai infeksi pelvis, sebaiknya diberikan antibiotik sebelum tes dilakukan
Prosedur :
a. Pasien diminta membuka pakaian dan berbaring pada meja pemeriksaan
b. Kemudian pemeriksa, dapat ahli radiology atau ginekolog akan memasukkan speculum kedalam vagina, menempatkan sebuah tabung kedalam servik, lalu kontras di injeksikan kedalam uterus
c. Kontras akan mengisi uterus dan tuba fallopii dan akhirnya akan tumpah memenuhi cavum pelvis disekeliling uterus dan tuba
d. Beberapa foto akan diambil selama pemeriksaan berlangsung
e. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan menggunakan fluoroskopi.
Efek Samping
Hal-hal yang mungkin timbul setelah pemeriksaan Hysterosalpingografi:
1. Bercak darah pervaginal selama beberapa hari
2. Nyeri atau rasa kram yang moderat mungkin dapat timbul beberapa jam setelah beberapa jam post pemeriksaan
3. Demam atau nyeri yang persisten dapat merupakan indikasi berkembangnya infeksi. Gejala-gejala ini sebaiknya dilaporkan kepada dokter jika menetap lebih dari beberapa jam.
4. Pemakain semprot, sanggama, atau tampon vagina sebaiknya ditunda hingga 48 jam setelah prosedur.

Deteksi Kelainan Rahim

sis

Deteksi kelainan rahim

Saline Infusion Sonohysterography (SIS) adalah pemeriksaan untuk mendeteksi adanya kelainan pada rongga rahim dan saluran telur. Pemeriksaan rahim menggunakan alat ultrasonografi dan memasukkan cairan saline steril ke dalam rongga rahim.
SIS dilakukan pada pasien dengan masalah  perdarahan uterus abnormal, infertilitas/kekurangsuburan, keguguran berulang, kelainan bawaan rahim, evaluasi sebelum dan sesudah tindakan/operasi pada rongga rahim, dicurigai adanya perlengketan rongga rahim, dan evaluasi lebih lanjut jika ada kecurigaan pada pemeriksaan ultrasonografi.
SIS tidak dapat dilakukan pada wanita yang sedang hamil atau adanya kecurigaan adanya kehamilan. Tindakan ini juga tidak boleh dilakukan pada wanita dengan infeksi panggul aktif atau nyeri panggul yang tidak jelas penyebabnya.
Bagaimana SIS dilakukan?
SIS biasanya dilakukan setelah haid, umumnya dilakukan pada haid hari ke 9-11. Bisa lebih awal pada siklus haid yang lebih pendek. Untuk mengurangi rasa nyeri selama dan setelah tindakan dapat diberikan obat anti nyeri. Prosedur dimulai dengan pemeriksaan USG transvaginal. Kemudian kateter kecil dimasukkan ke dalam rongga rahim melalui mulut rahim. Cairan saline steril dimasukkan melalui kateter bersamaan dengan pemantauan dengan USG.
Cairan yang ada dalam rongga rahim berfungsi untuk meningkatkan detail gambar dari rongga rahim. Adanya kelainan seperti polip endometrium dan mioma submukosum biasanya sangat baik ditampilkan dengan pemeriksaan ini. Selain itu saluran telur juga dapat dipantau patensinya, apakah ada sumbatan atau tidak melalui mudah atau sukarnya cairan masuk ke dalam rahim atau melalui aliran cairan saline yang dapat dipantau dengan mudah menggunakan teknik color doppler.
sis_polip

Adakah risiko dan komplikasi?
SIS adalah prosedur yang sangat aman. Namun kadang dapat ditemui  kram perut ringan, perdarahan, atau keluar cairan/keputihan. Komplikasi yang lebih serius yang mungkin adalah terjadinya infeksi panggul, namun, ini terjadi kurang dari 1% dan biasanya ada masalah kelainan/infeksi saluran telur sebelumnya. Hubungi dokter apabila dalam 2 hari timbul nyeri atau demam.

Asuhan Persalinan yang Berkualitas (Intra Natal Care berkulitas)


Isu Kebidanan
Berdasarkan report ICM tahun 2011 dan Survey Bidan UNFPA di 58 negara termasuk Indonesia pada tahun 2010, ditemukan angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi disemua negara. Secara global angka kematian ibu 91%; 80% of stillbirths; 82% of newborn mortality).
Pada laporan tersebut menyebutkan masih sedikit sekali bidan yang sungguh berkualitas – yang memberikan pelayanan terintegrasi. Rendahnya pelayanan kegawatdaruratan kebidanan dan asuhan bayi baru lahir (kurangnya fasilitas, staff terlatih dan peralatan)
Pencapaian sasaran MDGs pada tahun 2015 menjadi salah satu prioritas utama bangsa Indonesia. Pencapaian tujuan dan target tersebut bukanlah semata-mata tugas pemerintah tetapi merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Sehingga pencapaian tujuan dan target MDGs harus menjadi pembahasan seluruh masyarakat, termasuk Ikatan Bidan Indonesia (IBI). IBI dan anggota IBI telah mengambil peran dalam menyukseskan pencapaian target MDGs, khususnya target 4 dan 5 yang merupakan area pelayanan Kebidanan, KIA dan KB.
Kebijakan Pemerintah tentang pelayanan ibu dan anak seperti Safemotherhood, MPS, P4K, Jamkesda, Jampersal, MDGs belum menjawab semua kebutuhan kesehatan perempuan. Belum semua masyarakat memiliki akses pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Pelayanan Kebidananan Kontinyu (Continuity Of Care)
Bidan diharuskan memberikan pelayanan kebidananan yang kontinyu (Continuity of Care) mulai dari ANC, INC, Asuhan BBL, Asuhan postpartum, Asuhan Neonatus dan Pelayanan KB yang berkualitas.
Asuhan Persalinan oleh Bidan
Area pelayanan seorang bidan adalah pada kehamilan dan persalinan Normal. Bidan sangat berperan dalam persalinan dan kelahiran normal. Meningkatkan persalinan normal berarti menurunkan angka SC yang tidak perlu. Fokus pelayanan bidan adalah memberi informasi, pendidikan dan dukungan terlebih pada primigravida dan bahkan kepada ibu post SC.

Mengapa kita peduli pada Persalinan Normal

Pengaruh tindakan/intervensi dalam proses persalinan dapat berpengaruh terhadap ibu dan bayi. Sehingga dapat menimbulkan tingginya biaya persalinan dan akibat medis lainnya. Perempuan hamil yang sehat mempunyai hak untuk mempertahankan integritas kelahiran normal, juga berhak atas akses terhadap asuhan kebidanan yang berbasis llmiah. Seorang Ibu/Perempuan berhak mengontrol keadaan dirinya terhadap kelahiran normal.
Pelayanan Kebidananan Kontinyu and Persalinan Normal
Penguatan manajemen fisiologis sebagai ciri khas bidan. Seorang Bidan yang baik dan professional harus memahami filosofi Kebidanan bahwa hamil dan melahirkan bukan penyakit. Seorang bidan harus mampu mempraktekan pendekatan fisiologis yang paling tepat., menerapkan model praktik bidan, mengembangkan model praktik bidan, mempertahankan praktik mandiri, memahami lingkup praktik bidan berdasarkan Evidence based practice.
Asuhan persalinan normal
Bidan memfasilitasi persalinan sesuai dengan konsep kebidanan dan memberikan asuhan persalinan fisiologis yang berkualitas. Hal perlu di catat dan diingat persalinan bukan penyakit dan prosedur medik. Hamil dan melahirkan adalah suatu peristiwa normal bagi hampir semua perempuan. Hamil dan melahirkan bukan penyakit oleh sebab itu jangan disamakan seperti prosedur medik.
Intervensi
Intervensi/tindakan yang dilakukan dapat memberikan bahaya lebih banyak daripada manfaat. Faktanya, dibanyak fasilitas kesehatan, intervensi/tindakan yang dilakukan terhadap kasus risiko rendah meruapak tindakan tidak efektif atau tidak diperlukan. Banyak perempuan tidak menyadari beberapa prosedur, pengobatan, test dan intervensi/tindakan dapat membahayakan dan menghilangkan proses kenormalan dalam persalinan. Beberapa praktisi telah melakukan mengevaluasi bahwa beberapa tindakan/intervensi lebih membahayakan daripada manfaat yang didapat. Masih banyaknya petugas di fasilitas kesehatan yang tidak memahami dan menerima pengetahuan terkini yang aman dan efektif dengan pelaksanaan asuhan kepada banyak perempuan.
Persalinan dengan Intervensi
Diantara tindakan/intervensi yang sering dilakukan kepada perempuan adalah Electronic Fetal Monitoring (CTG), Pemasangan Infus, Kateterisasi, Epidural, Narcotik, Entinox, Induksi Persalinan, Pemecahan selaput ketuban, Percepatan persalinan, Tindakan operative dalam persalinan (menjahit luka episiotomi) bahkan Sectio Caesaria (SC).

Persalinan Fisiologis

Persalinan yang dilakukan secara fisiologis menghasilkan lama persalinan lebih singkat, angka kasus gawat janin menurun, perdarahan post partum menurun, kejadian Perineum rupture rendah (15%) dan Kasus SC < 1% Tempat Persalinan yang aman
Pertimbangkan kembali ! tempat persalinan yang aman adalah di luar Rumah Sakit dimana perempuan seharusnya bisa merasakan keluarnya hormon – hormon normal yang berfungsi dalam persalinan. Untuk itu tugas utama bidan adalah melindungi perempuan terhadap pengaruh yang menghalangi keluarnya hormon – hormon tersebut
Pendapat pakar kebidanan
Bahwa tempat yang paling baik untuk melahirkan adalah tempat dimana tidak ada orang lain kecuali seorang bidan yang berpengalaman yang berperan sebagai ibu.
Bidan harus mampu berbicara dengan tenang karena bahasa merupakan stimulus yg paling kuat menstimulus neocorteks. Ketenangan akan merajut suasana menjadi langkah yg kondusif dalam asuhan kebidanan sehingga ibu lebih tenang partus lebih cepat.
Perubahan Praktik : Temukan kembali kebutuhan dasar ibu dan bayi, Terapkan konsep fisiologis asuhan kebidanan , Ekplore konsep hormonal seperti adrenalin – oxytocin antagonisme dan neocortical inhibition
Hasil Penelitian membuktikan bahwa Praktik berikut ini aman dan bermanfaat:
• Rencanakan asuhan sesuai dengan keinginan perempuan
• Informasikan keuntungan dan risiko melahirkan di tiap2 sarana pelayanan kebidanan (RS, RB, BPM) dan menghargai pilihan perempuan
• Pengkajian risiko setiap perempuan selama hamil, persalinan, dan kelahiran.
• Memberikan jaminan pada setiap perempuan mendapat asuhan dan dukungan yang berkualitas dalam persalinan dari seorang bidan.
• Memberikan perempuan cukup makan dan minum cukup cairan dalam persalinan.
• Monitoring djj secara manual.
• Menerapkan metode tanpa obat, seperti masage dan teknik relaksasi.
• Menganjurkan ibu jalan – jalan
• IMD sesegera mungkin
• Bantu ibu untuk memulai breastfeeding sesegera mungkin setelah kelahiran.
Bidan yang sungguh berkuallitas yang merupakan bagian penting dalam pencapaian MDGs 3, 4, 5
– Start Live With Midwives ! Midwives Provide High Quality Midwifery Care.
Sumber : www.bidaindonesia.org

Siapkah Bidan Hadapi MEA?


Pada 2015 mendatang, Indonesia bersama dengan sembilan negara ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC). Dalam penerapan MEA 2015 ini, salah satu profesi yang akan menghadapi persaingan ASEAN adalah bidan. Siapkah bidan menghadapi MEA?
Dalam acara workshop nasional mengenai isu kebidanan dunia yang digelar Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan United Nations Population Fund (UNFPA) awal September lalu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia, Emi Nurjasmi, mengakui kualitas bidan di Indonesia masih rendah dibandingkan beberapa negara ASEAN lain.
bidan-mea
“Dari segi jumlah kita tidak ada masalah, kita jumlah bidannya banyak, dari jumlah sekolah yang terlalu banyak juga. Tapi kita bicara kualitas yang masing-masing sekolah beragam. Concern kita ke depannya kualitas bidan bisa meningkat,” ujar Ketua Ikatan Bidan Indonesia, Emi Nurjasmi, dalam acara yang diselenggarakan di Hotel J.S Luwansa, Jakarta.
Menurut Emi, masalah kualitas bidan tidak bisa dilakukan oleh para bidan sendiri. Diperlukan kerjasama dengan sektor-sektor lain yang terkait. Terutama dari segi pendidikan.
“Kerjasama ini diperlukan supaya pendidikan yang diberikan pada bidan bisa sesuai standar. Agar bidan-bidan yang lulus juga bisa sesuai standar IBI. “Fokus kita adalah mempersiapkan kualitas bidan. Kami targetkan pada 2030 Indonesia memiliki bidan yang berkualitas semuanya,” kata Emi.
Pendapat serupa juga disampaikan perwakilan dari Maternal and Reproductive Health WHO, Rustini Floranita. Menurutnya kualitas bidan di Indonesia masih menjadi tantangan serius. “Masalah inilah yang perlu kita tindaklanjuti terus-menerus,” ujar Rustini.
Salah satu bentuk kerjasama yang telah dilakukan adalah perbaikan kualitas melalui uji kompetensi dan sertifikasi untuk bidan, yang telah disepakati bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Kesehatan. Mulai dari menata hingga memfasilitasi standar kompetensi dan pendidikan.
Meski terdapat sedikit kendala, namun sejak November 2013, IBI telah melakukan uji kompetensi bagi para calon bidan. Uji kompetensi ini menjadi syarat wajib untuk lulus menjadi bidan. Terbaru, Kemendikbud dan Kemenkes sedang merancang kebijakan nasional mengenai uji kompetensi lagi.
Tak Perlu Takut Menghadapi MEA
Tenaga kerja bidan yang berkualitas dapat terwujud dengan meningkatkan kualitas pendidikan bidan yang terdapat pada sekitar 270 institusi pendidikan kebidanan. “Bagaimana mendidik para bidan dengan kurikulum yang baik. Apabila bidan menerima pendidikan sesuai standar internasional dan berkualitas maka dapat mengurangi resiko kematian ibu dan anak,” kata Emi.
Ia mengatakan dengan kualitas yang memadai bidan Indonesia justru dapat mengisi pasar luar negeri. “Tidak perlu takut menghadapi MEA, kalau kita berkualitas maka dapat menyerap pasar luar,” kata Emi.
Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-bangsa (UNFPA) bekerja sama dengan Konfederasi Bidan Internasional (ICM) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis “Situasi Kebidanan Dunia Tahun 2014″.
Laporan tersebut memaparkan tantangan yang dihadapi tenaga kerja kebidanan di 73 negara di benua Afrika, Asia, dan Amerika Latin, di mana layanan kebidanan sangat dibutuhkan. Negara-negara tersebut menyumbang 96 persen kematian ibu melahirkan secara global, 91 persen bayi lahir mati, dan 93 persen kematian bayi baru lahir.
“Tantangannya adalah negara-negara tersebut hanya memiliki 42 persen dari keseluruhan jumlah dokter, bidan, dan perawat di dunia,” kata Jose Ferraris selaku perwakilan UNFPA untuk Indonesia di Jakarta, Senin (8/9).
Saat ini, hanya 22 persen negara yang secara potensial memiliki cukup bidan yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan dasar perempuan dan bayi yang baru lahir. Sementara itu, 78 persen negara juga menghadapi kekurangan dalam bidang kebidanan yang akan mengakibatkan kematian ibu dan bayi, yang sebenarnya dapat dicegah.
Kemenkes Susun Regulasi
Kementerian Kesehatan mengantisipasi derasnya arus tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke Indonesia saat diberlakukannya MEA 2015 dengan menyusun regulasi domestik. Regulasi domestik terkait tenaga kerja asing tersebut akan berisi tentang syarat kemampuan bahasa Indonesia yang baik, harus lolos kualifikasi dan uji kompetensi, serta diprioritaskan pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Saat ini persyaratan umum terkait pemanfaatan TKA medis telah diatur dalam Permenkes 67/2013 yang mengacu pada UU 39/2004 tentang Ketenagakerjaan. “Rumah sakit dapat mempekerjakan WNA, tapi alih Iptek. Tidak boleh dokter umum, harus dokter spesialis. Kriterianya harus tepat, yang tidak bisa disediakan oleh Indonesia,” kata Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kementerian Kesehatan Tritarayati.
Tenaga medis asing itu bisa masuk ke dalam empat sektor, yakni pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan, panti sosial di bidang kesehatan dan penelitian di bidang kesehatan. Tenaga medis asing tersebut harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Kedokteran untuk dokter atau perawat yang dikeluarkan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia.
Sementara pihak rumah sakit, harus mendapatkan izin dari kolegium kedokteran jika hendak menggunakan TKA. Apabila tenaga medis yang dibutuhkan oleh sebuah rumah sakit masih bisa ditangani oleh tenaga lokal maka permintaan itu tidak akan dipenuhi.
Tenaga kerja asing yang masuk harus diseleksi dulu oleh kolegium untuk mendapatkan STR. Kolegiumlah yang menentukan apakah sebuah rumah sakit bisa menggunakan jasa tenaga medis asing itu. (*)
Apa Yang Harus Anda Ketahui Tentang MEA
Persaingan di bursa tenaga kerja akan semakin meningkat menjelang pemberlakuan pasar bebas Asean pada akhir 2015 mendatang. Ini akan mempengaruhi banyak orang, terutama pekerja yang berkecimpung pada sektor keahlian khusus.
Berikut lima hal yang perlu Anda ketahui dan antisipasi dalam menghadapi pasar bebas Asia Tenggara yang dikenal dengan sebutan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Apa itu Masyarakat Ekonomi Asean?
Lebih dari satu dekade lalu, para pemimpin Asean sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015 mendatang. Ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.
Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan MEA ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.
Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya.
Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dita Indah Sari, menjelaskan bahwa MEA mensyaratkan adanya penghapusan aturan-aturan yang sebelumnya menghalangi perekrutan tenaga kerja asing. “Pembatasan, terutama dalam sektor tenaga kerja profesional, didorong untuk dihapuskan, sehingga pada intinya, MEA akan lebih membuka peluang tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi di Indonesia yang tertutup atau minim tenaga asingnya.”
Dita Indah Sari, menyatakan tidak ingin “kecolongan” dan mengaku telah menyiapkan strategi dalam menghadapi pasar bebas tenaga kerja. “Oke jabatan dibuka, sektor diperluas, tetapi syarat diperketat. Jadi buka tidak asal buka, bebas tidak asal bebas,” katanya.
Sejumlah syarat yang ditentukan antara lain kewajiban berbahasa Indonesia dan sertifikasi lembaga profesi terkait di dalam negeri. “Kita tidak mau tenaga kerja lokal yang sebetulnya berkualitas dan mampu, tetapi karena ada tenaga kerja asing jadi tergeser,” pungkasnya.
Sumber : majalahbidan.com

BIDAN

langganan...klik di sini


Bidan adalah sebutan bagi orang yang belajar di sekolah khusus untuk menolong perempuan saat melahirkan. (y)
'Definisi bidan' menurut International Confederation Of Midwives (ICM) yang dianut dan diadopsi oleh seluruh organisasi bidan di seluruh dunia, dan diakui oleh WHO dan Federation of International Gynecologist Obstetrition (FIGO). Definisi tersebut secara berkala di review dalam pertemuan Internasional / Kongres ICM. Definisi terakhir disusun melalui konggres ICM ke 27, pada bulan Juli tahun 2005 di Brisbane Australia ditetapkan sebagai berikut: Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan yang diakui di negaranya, telah lulus dari pendidikan tersebut, serta memenuhi kualifikasi untuk didaftar (register) dan atau memiliki izin yang sah (lisensi) untuk melakukan praktik bidan.
Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menetapkan bahwa bidan Indonesia adalah: seorang perempuan yang lulus dari pendidikan Bidan yang diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara Republik Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan.
Bidan diakui sebagai tenaga professional yang bertanggung-jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan.
Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini harus mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak.
Bidan dapat praktik diberbagai tatanan pelayanan, termasuk di rumah, masyarakat, Rumah Sakit, klinik atau unit kesehatan lainnya.

Manajemen Dismenorea



dysmenorrhea
ilustrasi – Manajemen Dismenorea
Menstruasi atau haid yang dialami oleh remaja adalah suatu karunia karena mendapat menstruasi pertama kali merupakan pertanda bahwa seorang remaja menuju kedewasaan, siap bereproduksi atau menghasilkan keturunan, tetapi seringkali pada saat menstrusi menimbulkan ketidaknyamanan, salah satunya yaitu nyeri haid atau dismenore.
Dismenore adalah nyeri kram atau tegang daerah perut mulai terjadi pada 24 jam sebelum terjadinya perdarahan haid dan dapat bertahan selama 24-36 jam meskipun beratnya hanya berlangsung selama 24 jam pertama. Kram tersebut terutama dirasakan di daerah perut bagian bawah tetapi dapat menjalar kepunggung atau permukaan dalam paha, yang terkadang menyebabkan penderita tidak berdaya dalam menahan nyerinya tersebut dan dismenore ini juga memaksa penderita untuk beristirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari untuk beberapa jam atau hari. Bersamaan rasa nyeri dapat juga dijumpai rasa mual, muntah, sakit kepala, diare, dan sebagainya.
Kejadian Dismenorea
Kejadian kasus dismenorea cukup tinggi, hasil penelitian didapatkan angka 54,9% mengalami dismenorea, mulai dari yang ringan 24,25%, yang sedang 21,28% dan yang berat 9,36% ini berarti 1 diantara 10 remaja mengalami nyeri haid yang berat, di Amerika tercatat adanya nyeri haid mempengaruhi ekonomi dengan kehilangan 600 juta jam kerja dan kerugian 2 milyar dollar pertahun.
Di Indonesia, angka kejadian dismenore 64,25 %, terdiri dari 54,89 % dismenore primer dan 9,36 % dismenore Skunder. Selama 50 tahun terakhir tercatat 75% wanita mengalami nyeri haid. Dalam beberapa masa sebanyak 20-40% para wanita mengatasinya dengan bantuan medis atau farmakologi dan selebihnya dengan cara nonfarmakologi.


Jenis- jenis Dismenorea
Berdasarkan Timbulnya nyeri
1. Nyeri spasmodik
Terasa di bagian bawah perut dan berawal sebelum masa haid terasa di bagian bawah perut dan berawal sebelum masa haid atau segera setelah masa haid mulai. Banyak wanita terpaksa, harus berbaring karena terlalu menderita nyeri itu sehingga ia tidak dapat mengerjakan apapun. Ada di antara yang pingsan, merasa, sangat mual, bahkan ada yang benar-benar muntah. Dismenore spasmodik dapat diobati atau paling tidak dikurangi dengan lahirnya bayi pertama, walaupun banyak pula wanita yang tidak mengalami hal seperti itu.
2. Nyeri Kongestif
Penderita dismenore kongestif biasanya akan tahu sejak berhari-hari sebelumnya, bahwa masa haidnya akan segera tiba. Mengalami pegal, sakit pada bush darts, perut kembung tidak menentu, beha terasa terlalu ketat, sakit kepala, sakit punggung, pegal pada paha, merasa, lelah atau sulit dipahami, mudah tersinggung, kehilangan keseimbangan, menjadi ceroboh, terganggu tidur, atau muncul memar di paha dan lengan atas. Semua itu merupakan simptom pegal menyiksa yang berlangsung antara 2 dan 3 hari sampai kurang dari 2 minggu. Proses menstruasi mungkin tidak terlalu menimbulkan nyeri jika sudah berlangsung. Bahkan setelah hari pertama masa haid, orang yang menderita dismenore kongestif akan merasa lebih baik.

Berdasarkan Jenisnya
  • Dismenore primer
jika tidak ditemukan penyebab pasti yang mendasarinya biasanya terjadi sebelum mencapai usia 20 tahun yaitu usia remaja usia lebih muda, timbul setelah terjadinya siklus haid yang teratur, sering pada nulipara, nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spesifik, nyeri timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau kedua haid.
  • Dismenore sekunder
jika penyebabnya kelainan kandungan atau patologis, biasanya terjadi setelah 20 tahun. usia lebih tua, cenderung timbul setelah 2 tahun siklus haid teratur, tidak berhubungan dengan siklus, multipara, nyeri sering terasa terus menerus dan tumpul, nyeri dimulai dari haid dan meningkat bersamaan dengan keluarnya darah



Manajemen Dismenorea

1660 views
Penyebab Dismenorea
  1. Disminore primer yaitu faktor kejiwaan, faktor konstitusi, faktor obstruksi kanalis servikalis, faktor endokrin, dan faktor alergi. Remaja memiliki emosional yang labil, tanpa mendapat penerangan yang baik tentang proses haid maka mudah timbul dismenorea. Faktor konstitusi sangat erat hubungannnya dengan faktor kejiwaan, karena dapat juga menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri. Faktor obstruksi kanalis servikalis berhubungan dengan stenosis kanalis servikalis yang menjadi penyebab timbulnya dismenore. Faktor endokrin memilki hubungan tonus dan kontraktilitas otot usus. Faktor alergi memperhatikan adanya asosiasi antara dismenore dengan urtikaria, migraine atau asma bronkhiale.
  2. Dismenore sekunder disebabkan oleh kelainan ginekologik(endometriosis)atau penyakit peradangan rongga dalam daerah kemaluan

Dampak Dismenorea
Dampak yang terjadi jika dismenore tidak ditangani adalah terjadinya ketegangan mental dan fisik yang dapat menyulitkan aktivitas sehari-harinya. Dismenore merupakan salah satu penyebab utama bagi remaja dalam ketidakhadiran di sekolah, Selain itu menurut hasil penelitian dismenorea ini dapat menimbulkan rasa rendah diri bahkan ada rasa khawatir bila nanti saat menikah kemungkinan tidak mendapat keturunan



Manajemen Dismenorea
Manajemen Dismenorea pada pembahasan ini ditekankan pada bagaimana mengatasi dismenorea primer, yang bisa dilakukan sendiri dengan mudah dan aman dirumah dengan merujuk hasil penelitian pada 5 tahun terakhir, karena untuk dismenorea skunder sebaiknya melakukan pemeriksaan klinis yang lebih rinci kepada dokter ahli dibidangnya karena merupakan manifestasi dari adanya kelainan ginekologi yang perlu pengobatan khusus. Untuk dismenorea primer memang merupakan hal fisiologis tetapi kalau tidak dikelolah dengan baik bisa membuat penderita tidak berdaya dalam menahan nyerinya dan memaksa penderita untuk beristirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari untuk beberapa jam atau hari, terutama jika terjadi pada remaja dapat mempengaruhi proses pembelajaran dan konsentrasi belajar yang nantinya berdampak terhadap motivasi belajar. Hal ini sesuai penelitian yang dilakukan oleh funsu andriana (2012) bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna antara dismenorea dengan motivasi belajar dan berdasarkan analisis determinasi diperoleh hasil bahwa dismenorea berpengaruh sebesar 57,1% terhadap motivasi belajar.
Berikut ini beberapa terapi herbal yang bisa dibuat dirumah dengan mudah dan aman pada saat dismenorea menyerang.
  1. Minum Jahe
Jahe (ginger) sama efektifnya dengan asam mefenamat dan ibuprofen untuk mengurangi nyeri pada wanita dengan nyeri haid atau dismenore primer, Selain bahannya mudah didapat, ramuan minuman jahe mudah dibuat. Jahe mengandung zat yang berhasiat menghilangkan rasa sakit dan mual saat menstruasi. Jahe merah adalah varian jahe yang sangat cocok untuk herbal yang memiliki kandungan minyak atsiri yang cukup tinggi. Kandungan kimia gingerol dalam jahe merah mampu memblokir prostaglandin sehingga dapat menurunkan nyeri pada saat menstruasi. Cara pembuatan minuman jahe adalah jahe seberat 10 mg dikupas, dicuci, kemudian dipotong-potong. Seluruh bahan direbus dengan 400 ml air sampai tersisa 200 ml. Air rebusan tersebut diminum 1 kali sehari pada hari pertama atau kedua haid, saat mengalami dismenore
  1. Minum Teh Kulit Manggis
Kulit manggis yang terkenal akan manfaatnya sebagai terapi herbal juga bisa digunakan untuk mengatasi nyeri dismenorea Kulit buah manggis menghasilkan warna merah keunguan dan sulit dibersihkan. Karena mengandung tannin, resin dan crystallizabe mangostine. Mangostine dapat menurunkan aktivitas enzim cyclooxygenase yang terlibat dalam nyeri. Caranya Buatlah seduhan teh manggis yang sudah banyak tersedia dipasaran seperti membuat teh pada umumnya kemudian tambahkan air panas sebanyak 50 cc dan sedikit gula kemudian minumlah dalam keadaan hangat-hangat kuku, 2 jam kemudian bisa dirasakan khasiatnya.
  1. Makan Coklat Hitam
Coklat hitam memiliki kandungan magnesuim dan asam lemak omega 3 dan 6 yang dikenal sebagai mood atau suasana hati agar tidak mudah marah. Kandungan yang ada pada coklat hitam berkhasiat sebagai anti nyeri. Pada cokelat hitam biasa, efek pereda nyeri menstruasi hanya akan maksimal bila dikonsumsi tanpa gula. Diluar negeri sudah ada yang namanya coklat khusus untuk menstruasi. Coklat itu ditambah ektrak buah bilberry dan chasteberry. Kedua bahan tersebut merupakan senyawa antinyeri berbahan herbal alami.
Demikian beberapa tips yang bisa dilakukan sendiri di rumah semoga bermanfaat.

Bagaimana Menjaga Kesehatan Vagina ?



Menjaga kesehatan vagina
Menjaga kesehatan vagina
Merawat vagina agar tetap bersih setiap saat harus diperhatikan kaum wanita. Hal ini peting dilakukan untuk mencegah terinfeksi segala macam penyakit kelamin, seperti kanker serviks atau kanker leher rahim. Bagaimana menjaga kesehatan vagina?
dr. Unggul Prabowo, SpOG – RS Husada Utama Surabaya, mengungkapkan ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan vagina dan secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas kesehatan.
Berikut tipasnya:
  1. Bertanggung jawab dalam hal seksual
Penggunaan kondom dan terutama seks monogamy / tidak berganti-ganti partner seks.
  1. Vaksinasi hepatitis A, B, HPV
Prinsipnya mencegah timbulnya penyakit-penyakit yang bisa ditularkan melalui hubungan seksual.

  1. Menjaga kebersihan organ intim
Pada prinsipnya vagina sudah memiliki mekanisme khusus untuk melakukan pembersihan. Menjaga kebersihan cukup dengan menjaga kebersihan bagian luar vagina. Penggunan douche/bilas vagina, tampon vagina, penyemprotan dengan sabun beraroma justru akan mengganggu keseimbangan flora normal dalam vagina apabila dilakukan tidak atas petunjuk dokter kandungan.

  1. Memperkuat otot dasar panggul
Ini dapat dilakukan dengan melakukan latihan Kegel.

  1. Menghindari rokok dan alkohol.
Pada kenyataannya memang tidak semua permasalahan pada vagina dapat dicegah, namun melakukan pemeriksaan berkala dapat memberikan kepastian bahwa problem yang mungkin terjadi dapat diterapi secara dini.
Masalah utama yang ada justru rasa malu yang menghinggapi hampir semua wanita untuk menggerakkan diri mendatangi dokter kandungan untuk melakukan check up kesehatan secara rutin.

Menyiasati Bayi Gumoh


ilustrasi bayi gumoh
ilustrasi bayi gumoh
Pada awal-awal kehidupannya, bayi sering memuntahkan sebagian ASI yang ditelannya. Normalnya, fenomena gumoh ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia bayi, yakni di usia 12–16 minggu.
Kenali penyebabnya
Penyebab terjadinya gumoh pada bayi memang bisa bermacam-macam. Di antaranya adalah :
– Volume lambung bayi masih kecil, sementara susu yang ditelan bayi melebihi kapasitas lambung. Ini penyebab paling umum. Masalahnya makin menjadi karena bayi senang menggeliat. Padahal, gerakan ini membuat tekanan dalam perut tinggi, sehingga jadi gumoh. Sebenarnya, gumoh masih normal sepanjang jumlah cairan yang keluar dan masuk seimbang.
– Klep penutup lambung bayi belum sempurna. Dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. Nah, di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum sepenuhnya berfungsi sempurna. Akibatnya, kalau ia langsung ditidurkan setelah disusui, dan juga menggeliat, susu akan keluar dari mulut. Untuk mengurangi gumoh, berikan susu sedikit demi sedikit.
– Menangis berlebihan. Tangis seperti ini membuat udara yang tertelan juga berlebihan, sebagian isi perut bayi akan keluar. Memang, bisa jadi bayi Anda menangis karena tidak bisa menelan susu dengan sempurna. Kalau sudah begini, jangan teruskan pemberian ASI. Bisa-bisa, susu malah masuk ke dalam saluran napas dan menyumbatnya.


Cegah dan Atasi
ilustrasi bayi gumoh
ilustrasi bayi gumoh
– Posisi menyusu harus pas. Pastikan seluruh bibirnya menutup puting susu serta daerah berwarna hitam di sekitarnya (aerola). Dengan begitu, kemungkinan udara yang masuk dan tertelan selama menyusu bisa diperkecil.
– Kalau gumoh berlebihan, tengkurapkan bayi. Udara yang terperangkap di lambung akan lebih mudah keluar. Juga, masuknya cairan ke paru-paru bisa dicegah.
– Jangan langsung banyak minum. Lebih baik, bayi minum sedikit-sedikit, disendawakan, lalu minum lagi. Dengan cara ini, udara tidak sempat “mampir” ke lambung.
– Bila bayi gumoh terus secara berlebihan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk dicarikan penyebabnya. Bisa jadi, bayi

Pentingnya Penanganan Dini Bagi Anak dengan Autisme



Asteria Ratnawati Saroinsong
Asteria Ratnawati Saroinsong
Setiap orangtua tentunya mendambakan buah hati yang sempurna secara fisik dan psikologis. Namun ketika orangtua mendapati bahwa sang buah hati Nampak ‘berbeda’, dua respon yang biasa terjadi yakni seolah tidak mengganggap perbedaan ituadalah hal yang perlu segera disikapi (denial) atau bisa menerima perbedaan dan mencari jalan keluar (acceptance).
“Autisme Spectrum Disorder (ASD) adalah sebutan lengkap dari gangguan autism dan ini harus segera disikapi ketika anak Nampak ‘berbeda’. Autisme terdiri dari beberapa macam gangguan, deteksi dini atas gangguan ini akan sangat menentukan tumbuh kembang anak tersebut selanjutnya,” jelas Asteria Ratnawati Saroinsong, Psikologi dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Surabaya.
Jika didapati anak berusia di bawah dua tahun dengan kesulitan melakukan interaksi social (tidak bisa bermain dengan teman sebayanya), gangguan komunikasi (verbal dan non-verbal), belum dapat berbicara atau menyampaikan keinginan secara tepat, tidak mudah memahami sesuatu, tidak merespon ketika diajak berbicara, tidak menatap atau melakukan kontak mata, yang terkadang juga diikuiti gangguan sensoris dan motorik, maka sebaiknya orangtua segera memeriksakan keadaan anaknya dan tidak mendiamkannya.

“Tiap anak menunjukkan derajat gangguan dan kesulitan yang berbeda, oleh karena itu orangtua perlu merespon cepat dan tepat agar tidak kehilangan waktu menata penanganan yang dibutuhkan si kecil,” kata Asteria.

Akumulasi dari gangguan yang tidak ditangani dini akan berakibat pada tumbuh kembang anak yang tidak optimal dan permasalahan yang komplek di kemudian hari dengan biaya yang cukup tinggi.

Tiap anak dengan autisme membutuhkan rencana intervensi individual dengan prioritas yang berbeda dan orangtualah yang sesungguhnya menjadi terapi utama di rumah. Oleh karena itu orangtua yang mendeteksi bahwa anak mereka menunjukkan proses tumbuh kembang yang ‘berbeda’ dengan anak lainnya, usahakan untuk:
  • Tenang, tidak perlu panic dan mencari pembenaran dan menerima kenyataan bahwa si kecil memang ‘berbeda.
  • Mencatat secara rinci kesulitan dan gangguan yang dialami anak
  • Mengkonsultasikan pada ahli tumbuh kembang anak seperti dokter spesialis tumbuh kembang anak atau psikolog
  • Bekerjasama dengan terapis membuat rencana program individual dan target yang ingin dicapai
  • Proaktif ikut belajar menjalankan dan melatih anak di lingkungan rumah sesuai metode yang disarankan
  • Bersikap optimis terhadap anak
  • Menghargai kemajuan meski kecil yang telah dicapai anak
  • Mengikutsertakan anggota keluarga lain untuk lebih memahami kesulitan anak dan memberikan dukungan positif selama proses intervensi dan ikut memikirkan solusi jangka panjang

Cara Tepat Menangani Cacar Air Pada Anak


ilustrasi - cacar air
ilustrasi – cacar air
Ada dua jenis penyakit kulit yang biasa dialami anak-anak, yakni karena virus dan faktor genetis. Dokter Spesialis Anak RSI Jemur Sari Surabaya, dr Zahrah Hikmah SpA, mengatakan karena virus contohnya campak dan cacar air, sedangkan karena genetik adalah alergi.
Penyakit cacar, lanjut dr Zahrah, disebabkan Varicella Zoster Virus (VZV). Cacar air ditularkan lewat udara atau berpindahnya isi cairan. Jika masih stadium lenting-lenting isi air, orang tua harus menjaga agar lenting-lenting itu tak pecah. Pasalnya, bila tak pecah dan diberi obat yang baik, maka akan diresorbsi oleh tubuh hingga tak meninggalkan bekas.
“Jadi pakaikan baju yang longgar dan tubuh si kecil boleh diberi bedak. Namun setelah lenting-lenting tadi pecah dan terjadi lecet, pemakaian bedak harus dihentikan karena hanya akan mengotori dan memicu infeksi sekunder,” ungkapnya.
Lebih lanjut dr Zahrah menuturkan, umumnya para orang tua tak memandikan buah hatinya bila terkena cacar air, padahal dengan mandi dapat mencegah infeksi sekunder yaitu infeksi pada kulit yang sudah sakit atau rusak. Sedangkan infeksi primer terjadi pada kulit yang sebelumnya sehat atau normal.
“Salah besar kalau tidak mandi higienenya tidak baik hingga kuman gampang masuk. Salah satu tanda infeksi sekunder ialah timbulnya nanah. Biasanya pada keadaan seperti ini, saat penyembuhannya akan meninggalkan bekas yang kurang bagus,” terangnya.
Sementara itu, untuk memandikan anak yang terkena cacar air Gunakan tambahan zat antiseptic pada air mandi. Kemudian waktu mengeringkan badan, handuk jangan digosok-gosokkan ke kulit, cukup ditepuk-tepuk secara halus. Sebaiknya handuk tiap kali dipakai segera dicuci sampai anak sembuh.
Bayi atau anak yang pernah terinfeksi VZV, kata dia, akan mengalami kekebalan tapi kekebalan ini sifatnya hanya sebagian. Sehingga suatu saat dapat terinfeksi kembali.
Pada infeksi pertama, VZV menyebar melalui aliran darah dan saat penyembuhan virus akan berdiam di simpul saraf. Jika suatu saat bayi atau anak tersebut kontak lagi dengan VZV dan kebetulan kondisi tubuhnya sedang menurun, dapat terjadi infeksi Herpes Zoster (cacar ular).
“Pada keadaan ini, terjadi reaktivasi VZV dan virus akan keluar dari tempat persembunyian, lalu menyebar mengikuti persarafan kulit yang terkena. Itulah mengapa orang tua sering menyangka si kecil terkena cacar air lagi,” tukasnya.

Bagikan ini:

Pemerintah Akan Angkat 16 Ribu Bidan Desa PTT jadi CPNS


menPAN dan bidan ptt
menPAN dan bidan ptt
Gelombang aksi unjuk rasa ribuan bidan yang tergabung dalam Forum Bidan Desa Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Jakarta, Senin (28/9) akhirnya membuahkan hasil menggembirakan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi menyatakan menerima tuntutan para bidan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Jumlah bidan desa PTT yang diangkat sebanyak 16 ribu orang. Meski demikian pihak KemenPAN RB akan melakukan proses verifikasi kembali. “Tidak sulit memverifikasi bidan desa PTT. Secara administrasi mereka itu tertib sekali, makanya gampang angkat mereka menjadi CPNS,” ujar Yuddy.
Ada tiga hal yang menjadi pertimbangan MenPAN RB untuk merekrut semua Bidan PTT menjadi CPNS, yakni sudah memiliki SK dari Menteri Kesehatan, keberadaannya terindentifikasi dan memiliki rekomendasi dari masing-masing kepala daerah.
“Setelah saya pelajari dokumennya, ternyata mereka ini direkrut resmi oleh pemerintah sebelumnya. Mereka juga sudah mengabdi rata-rata di atas 10 tahun, sayangnya sampai sekarang tidak diangkat CPNS. Nah di era Presiden Jokowi ini, pemerintah akan menyelesaikan masalah warisan pemerintah sebelumnya,” beber Menteri Yuddy.
Untuk mengangkat 16 ribu bidan menjadi PNS, pemerintah setidaknya membutuhkan dana sekira Rp 864 miliar. Rincian mudahnya yakni jumlah bidan 16.000 dikalikan Rp 4,5 juta selama 12 bulan. “Jumlah ini tak seberapa jika dibandingkan dengan jasa dan pengorbanan mereka,” ujar Yuddy.
Pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk pengadaan CPNS 2016 mendatang dengan nilai yang cukup fantastis. Anggaran yang masuk dalam DIPA adalah Rp 12,42 triliun. Angka tersebut dialokasikan untuk penerimaan 230.000 CPNS pada 2016 mendatang. “Kuota 230 ribu CPNS dari semua formasi sesuai kebutuhan instansi. Itu sudah termasuk honorer kategori dua, bidan desa PTT, serta pelamar umum lainnya,” katanya usai menerima perwakilan bidan desa PTT.


bidan desa ptt demo
bidan desa ptt demo

Siapkan Landasan Hukum

Dalam waktu dekat pihak KemenPAN RB akan segera bertemu dengan Menteri Kesehatan, serta Menteri Hukum dan HAM untuk membicarakan landasan hukum perekrutan bidan PTT. Menurutnya, landasan hukum bidan PTT sudah cukup karena mereka diangkat berdasarkan SK Menteri Kesehatan yang sesuai dengan Keputusan Presiden No 23 Tahun 1994 yang diperbarui dengan Keppres No. 77 Tahun 2000.
“Teknisnya serahkan pada kami. Jadi ibu-ibu tidak perlu terlibat secara detail dan jangan khawatir mengenai adanya seleksi atau tidak. Intinya, pemerintah akan merekrut 16 ribu bidan PTT tersebut,” tegas Yuddy.
Pengangkatan 16 ribu tenaga bidan desa PTT ini akan dilakukan dalam satu gelombang saja. Ini karena jumlahnya tidak sebanyak honorer K2 yang mencapai 440 ribu. Pengangkatannya pun tidak melalui tes lagi. Namun, nantinya tetap melalui tahapan verifikasi data.
“Kalau cuma 16 ribu, gampang diangkat. Lagipula mereka ini resmi loh dan sudah ada payung hukumnya juga. Jadi pengangkatannya kami proses sekaligus pada 2016,” ungkap Menteri Yuddy Chrisnandi.



bidan dan menkopolhukam
bidan dan menkopolhukam

Perjuangan Tak Kenal Lelah

Keberhasilan ribuan bidan yang tergabung dalam Forum Bidan Desa PTT ‘memaksa’ pemerintah untuk mengangkat mereka menjadi PNS ini membutuhkan perjuangan yang panjang dan tak kenal lelah. Aksi turun jalan ini merupakan aksi yang kesekian kali yang telah dilakukan para bidan PTT untuk memperjuangkan nasib.
Bukan hanya aksi turun ke jalan, para bidan itu juga tak kenal lelah berjuang melalui jalur birokrasi dengan menemui sejumlah pihak yang berkompeten dan pengambil kebijakan. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.
Ketua Umum Forum Bidan Desa PTT Lilik Dian Ekasari mengucapkan rasa terimakasih terhadap keputusan yang diberikan Menteri Yuddy. Menurutnya, persyaratan untuk dipekerjakan dimana pun jika sudah menjadi PNS bukan hal yang sulit.
“Kami mengucapkan terimakasih. Terimakasih karena sudah ada keputusan atau solusi akan segera menyelesaikan permasalahan kami. Semoga memang benar-benar di awal tahun akan segera ada rekrutmen CPNS terhadap bidan desa PTT, khususnya terhadap 16 ribu bidan ini,” kata Lilik.
Usai mendapat kepastian tersebut, Lilik kemudian menemui rekan-rekannya yang setia melakukan aksi . “Hari ini….hari ini perjuangan kita berhasil. MenPAN telah menyetujui tuntutan kita,” teriak Lilik yang langsung disambut yel-yel para bidan. (*)

Bidan PTT Berharap Kriteria Usia Dihilangkan Dalam Pengangkatan PNS

bidan desa ptt demo
bidan desa ptt demo
Pemerintah berencana akan mengangkat para bidan desa PTT untuk menjadi PNS mulai tahun 2016 mendatang. Meski demikian, hingga kini belum ada payung hukum yang memayungi keabsahan pengangkatan bidan PTT menjadi PNS. Bidan PTT Berharap Kriteria Usia Dihilangkan Dalam Pengangkatan PNS.
Kondisi ini membuat para bidan khawatir dan galau. Padahal pengabdian para bidan PTT itu tidak sebanding dengan hasil yang mereka peroleh. Bidan PTT yang telah puluhan tahun mengabdi layak diperhatikan kesejahteraannya, salah satunya dengan merekrut mereka menjadi PNS.
“Dalam merekrut bidan PTT Saya harapkan kriteria usia dihilangkan mengingat kebanyakan bidan PTT telah berusia diatas 35 tahun,” ujar Ernawati , Bidan PTT asal Gresik.
Ike Sri Mei Wulan Bidan PTT asal Malang mengaku sudah 21 tahun mengabdi sebagai bidan PTT. “Saya sekarang berusia 41 tahun tentunya jika kriteria usia tetap diterapkan maka Saya tak akan lolos menjadi PNS. Saya berharap perekrutan nantinya dapat dilakukan secara langsung tanpa memandang persyaratan usia. Tidak adil rasanya jika usia tetap dipermasalahkan mengingat pengabdian yang dilakukan bidan PTT mencapai puluhan tahun lamanya,” harapnya.
Malina yang juga Bidan PTT asal Gresik mengaku gaji yang diterima bidan PTT sangat tak sebanding dengan tugas yang harus dilakukan, sangat jauh dari UMK. Adapun gaji yang diterima sebesar Rp 1.452.000 per bulan.
“Ini tentu sangat tak sebanding dengan tugas yang harus dilakukan sebagai ujung tombak memberikan pelayanan kesehatan. Apalagi bidan PTT yang bertugas di daerah pelosok, tentunya akan semakin berat sedangkan kesejahteraan mereka dipandang sebelah mata,” ujar Malina.
Emi Widya Bidan PTT asal Tuban mengatakan sebagai ujung tombak dalam pelayanan kesehatan, bidan PTT memiliki hubungan yang sangat dengan masyarakat. Pengabdian selama bertahun-tahun juga menjadi salah satu faktor terbangunnya kedekatan tersebut. Tidak mudah bisa memperoleh kepercayaan dari masyarakat apalagi mereka yang tinggal di daerah pelosok.
Rencananya, pemerintah akan mengangkat seluruh bidan PTT sebanyak 42.000 lebih. Pengangkatan dilakukan secara bertahap mulai tahun depan.

UNICEF: 62 Persen Perempuan Indonesia Melahirkan dengan Bantuan Bidan


Unicef
Unicef
United Nation for Children Fun (UNICEF) mengatakan bahwa 62 persen perempuan di Indonesia melahirkan dengan bantuan bidan, sedangkan 21 persen melahirkan dengan bantuan dokter, sementara sisanya melahirkan tanpa bantuan petugas kesehatan, seperti dukun atau tanpa bantuan dari petugas kesehatan. “Besarnya bantuan melahirkan dari bidan menjadikan di banyak daerah bidan adalah rujukan utama untuk ibu hamil dan melahirkan, karena keterbatasan dokter dan rumah sakit menjadikan peran bidan sangat signifikan, sehingga kami meletakkan posisi bidan di tempat terhormat,” kata Perwakilan UNICEF Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng), I Made Sudatama sebagaimana dilansir Antara Jatim.

Menurut dia, angka Kematian Ibu (AKI) di provinsi Jawa Timur sudah berada di bawah target Millenium Development Goals (MDGs) 2015, sebesar 102 kematian ibu per 100 ribu kelahiran hidup. Secara rinci, data laporan kematian ibu Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melaporkan tahun 2011 sebesar 101,4 per 100.000 kelahiran hidup, lalu pada tahun 2012 sebesar 97,43 per 100 ribu kelahiran hidup, dan pada tahun 2013 sebesar 97,39 per 100 ribu kelahiran hidup.

“Salah satu cara untuk menurunkan AKI di Indonesia adalah dengan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan melakukan persalinan difasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2013 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan secara nasional pada tahun 2013 adalah sebesar 90,88 persen. Cakupan ini terus menerus meningkat dari tahun ke tahun,” paparnya.

Data Kemenkes menunjukkan ada sekitar 82 persen kematian karena melahirkan terjadi pada perempuan muda yang masih berusia kurang dari 15 tahun hingga usia 20 tahun. Hal ini ditengarai karena tingginya kawin muda dan perilaku seks bebas mencapai sekitar 77 persen, perempuan usia 15-25 tahun sudah pacaran yang membahayakan dengan melakukan hubungan intim.

“Penyebab tingginya angka kematian ibu melahirkan juga bisa terjadi karena kualitas hidup yang rendah, rata-rata pendidikan rendah, derajat kesehatan dan gizi yang rendah, anemia, kurang zat besi, pendek dan stunting, sehingga kami optimis jika program info bidan bisa bermanfaat bagi bidan maupun masyarakat,” tandasnya. (*)

RUU Kebidanan Masuk Prolegnas 2015 – 2019

ilustrasi - RUU Kebidanan Masuk Prolegnas 2015 - 2019
ilustrasi – RUU Kebidanan Masuk Prolegnas 2015 – 2019

Kendati hingga kini Rancangan Undang Undang (RUU) Kebidanan belum juga disahkan, namun RUU Kebidanan sudah masuk dalam Prolegnas DPR 2015 – 2019. Dalam laman website DPR RI disebutkan RUU Kebidanan masuk dalam prolegnas dengan nomor urut 117 dengan pengusul DPD dan DPR.
Dalam deskripsi konsepsi DPD disebutkan latar belakang dan tujuan penyusunan RUU tentang Kebidanan adalah karena profesi bidan merupakan tenaga kesehatan yang perlu dipayungi secara hukum dalam bentuk undang-undang untuk memberikan landasan bagi pengembangan profesi, kompetensi dan perlindungan hukumnya di satu sisi dan di sisi lain memastikan layanan mutu kesehatan terkait profesi bidan yang menyeluruh dan merata di semua daerah.
Sedangkan deskripsi konsepsi menurut DPR RI disebutkan, berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2010 jumlah tenaga bidan adalah 175.124 orang yang tersebar di berbagai tatanan pelayanan kesehatan dan pendidikan (Rumah Sakit, Puskesmas, RSAB, bidan desa, BPS, institusi pendidikan dan institusi lain). Hasil Riskesdas 2010 menunjukkan terdapat 82,2% persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan. Dari hasil tersebut 75% persalinan dilakukan oleh bidan.
Dalam pelayanan KB diketahui bahwa pencapaian peserta KB baru sebanyak 687,715 peserta, 32,2% diantaranya dilakukan di Bidan Praktik Swasta. Dari profil ini tampak bahwa bidan berperan penting sebagai mitra perempuan dan tenaga kesehatan profesional strategis dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Baca Juga :
  1. Bidan Harus Punya RUU Kebidanan
  2. Harapan kepada Anggota DPR Baru Agar Mensahkan RUU Kebidanan
World Health Organization (WHO) tahun 1997 mengakui bahwa bidan memiliki peran penting dalam menurunkan mortalitas maupun morbiditas ibu dan bayi. WHO mengakui bahwa di beberapa bagian dunia yang memiliki Angka Kematian Ibu (AKI) sangat rendah, lebih dari 75% persalinan di negara tersebut ditolong oleh bidan.
Tingginya kepercayaan masyarakat kepada bidan. Oleh karena itu sangat penting dan mendesak untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan bidan, yang harus dipersiapkan sejak masa pendidikan, agar mampu melaksanakan peran sebagai bidan secara.
Secara umum materi muatan RUU tentang Kebidanan setidaknya mencakup mengenai ruang lingkup pekerjaan  profesi bidan, pengaturan pendidikan dan kompetensi bidan, konsil bidan dan kode etiknya, distribusi bidan secara merata, hubungan antar profesi tenaga kesehatan, standar layanan kesehatan, perlindungan hukum bagi masyarakat dan profesi bidan serta sanksi bagi pelanggaran undang-undang dimaksud.

Harapan Kepada Anggota DPR Baru : Semoga RUU Kebidanan Segera Disahkan



dpr
Pesta demokrasi pemilihan umum baru saja usai. Anggota DPR RI sudah ditetapkan KPU selaku penyelenggara Pemilu. Kini, kepada anggota dewan yang terhormat itulah harapan itu bertumpu agar RUU Kebidanan segera dijadikan UU.

“RUU Bidan harus dimasukkan dalam Prolegnas karena masih adanya keterbatasan jumlah Bidan di Indonesia, untuk itu perlu dilindungi melalui UU,” ujar Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning saat Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, di Gedung Nusantara II DPR RI, akhir tahun 2013 silam

Dia menambahkan, terdapat 380 ribu orang Bidan di Indonesia yang harus diperjuangkan nasib dan kesejahteraannya. “Kita minta Baleg dapat memasukkan RUU Bidan dalam Prolegnas tahun 2014,” jelasnya.
60 Bidan PTT Diterima Pimpinan DPR
Anggota Komisi IX DPR Rieke Dyah Pitaloka meminta Pimpinan Dewan memberikan perhatian khusus terhadap nasib bidan PTT di seluruh Indonesia yang terkatung-katung pasca keluarnya Permenkes No 7 tahun 2013 tentang pedoman Pengangkatan dan Penempatan Dokter dan Bidan sebagai Pegawai Tidak Tetap

“Kita baru menerima Bidan PTT dari seluruh Indonesia yang pada intinya memohon bantuan dari pimpinan Dewan karena adanya peraturan Pemerintah baik berupa Kepres, Perpres, maupun Menteri mengancam status kerja mereka yang sudah bekerja selama 9 tahun ini,” ujarnya sebagaimana dilansir website DPR pertengahan Mei 2014.

Menurutnya, Bidan memegang kunci keberhasilan penurunan kematian ibu dan bayi, karena itu harus menjadi perhatian bersama dari anggota Dewan. “Kita memiliki PR konstitusional yang kita emban pertama mengenai Tenaga kerja outsourcing BUMN kita juga mohon bantuan dari hasil rekomendasi sidang tanggal 12 Mei batas akhir penyelesaian tenaga outsourcing BUMN harus sudah keluar,” terangnya.

Dia menambahkan, berdasarkan UU, seharusnya tenaga kerja yang bekerja pada core bisnis tidak seharusnya berstatus outsourcing. “Kita meminta bantuan kepada Pimpinan Dorong kepada pemerintah sepakati hasil bersama ini,” jelasnya.

Kedatangan para Bidan PTT tersebut terkait diskriminasi yang diterima oleh Bidan PTT akibat Permenkes No 7 tahun 2013 tentang pedoman Pengangkatan dan Penempatan Dokter dan Bidan sebagai Pegawai Tidak Tetap. Adapun point-point yang disampaikan : pertama, terkait pembatasan masa bakti Bidan PTT yang akan berakhir Juli 2014. Setelah itu mereka bisa menjadi Bidan PTT kembali dengan tidak ada penghitungan masa kerja. Masa kerja dihitung kembali 0 tahun.

Padahal mayoritas Bidan PTT tersebut masa kerjanya sudah 9 tahun. Para Bidan PTT menginginkan status kerja yang jelas, mengingat masa bakti yang sudah sekian lama, pemerintah seharusnya memprioritas para Bidan PTT dalam rekruitmen PNS secara otomatis, melalui jalur khusus dan tanpa pungutan biaya apapun. Kedua, cuti melahirkan yang seharusnya pada aturan terkait selama tiga bulan, bagi Bidan PTT hanya diberi cuti 40 hari kalender setelah melaksanakan tugas selama satu tahun berturut-turut. Artinya, jika kurang dari masa kerja tersebut tidak mendapatkan cuti melahirkan.

Tindakan diskriminatif lain yang diterima Bidan PTT adalah terkait indikasi “pelarangan Bidan PTT yang masih melaksanakan masa bakti melanjutkan pendidikan”. Alasannya, mereka tidak boleh meninggalkan tempat tugas. Di sisi lain syarat untuk mendapatkan ijin praktek minimal harus berijasah D3, sementara masih banyak Bidan PTT berpendidikan D1. Sehingga apabila status PTT dicabut, maka merekapun tidak bisa membuka praktek mandiri.

Rieke menegaskan, dirinya mendukung agar Permenkes 07 tahun 2013 dan induknya, yaitu Kepres No. 77 tahun 2000 dicabut dan diganti dengan aturan baru yang lebih memberikan jaminan pada status kerja dan pemberian hak-hak Bidan PTT sebagai Tenaga Kesehatan.

Bidan Harus Punya UU Kebidanan

bidan-bidan
bidan-bidan
Meski bidan merupakan profesi yang tergolong tua namun hingga saat ini belum ada aturan undang-undang yang secara khusus mengatur tentang kebidanan. Karena itu payung hukum yang dipakai bidan adalah Permenkes No. 1464 tahun 2010 tentang izin dan Registrasi Penyelenggaraan Praktik Bidan.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes mengatakan upaya penguatan profesi bidan dalam mempersiapkan generasi berkualitas, perlu didukung dengan aturan perundang-undangan yang jelas dan kuat. “RUU Kebidanan telah mendapat prioritas untuk dibahas pada masa sidang DPR RI tahun 2014,” ujarnya.
Dijelaskannya, sesuai hasil rapat dengar pendapat antara PP IBI dengan Komisi 9 DPR RI tanggal 24 Oktober 2013, RUU Kebidanan telah mendapat prioritas untuk dibahas pada masa sidang DPR RI tahun 2014 bersama RUU Perlindungan PRT, RUU Tenaga Kesehatan, RUU Keperawatan dan RUU Kesehatan Jiwa.
Draft RUU Kebidanan telah dibahas bersama Kemenkes, Kemdikbud, Kemenpan, serta Kemenkum & HAM dan 33 PD termasuk dengan MPO dan sesepuh IBI. “Realisasi UU Kebidanan perlu pengawalan dan advokasi,” ujarnya.
Sebenarnya PP IBI telah mengajukan RUU Praktek Kebidanan sejak beberapa tahun lalu dan IBI telah dua kali menulis surat kepada Baleg DPR untuk memfollow up Draft RUU Kebidanan tersebut ke Baleg DPR, namun baru ada respon ketika pembahasan mengenai RUU Keperawatan. Komisi 9 DPR RI sepakat agar bidan memiliki UU tersendiri dan bahkan Komisi 9 berjanji akan segera membahas RUU Kebidanan.