Minggu, 10 Januari 2016

27 Persen Aksepsor KB Drop Out Setiap Tahun


Tingkat putus peserta KB di Indonesia masih cukup tinggi. Saat ini diperkirakan sekitar 27 persen aksepsor KB drop out setiap tahun.
Tingkat putus peserta KB di Indonesia masih cukup tinggi. Saat ini diperkirakan sekitar 27 persen aksepsor KB drop out setiap tahun.

Tingkat putus peserta KB di Indonesia masih cukup tinggi. Saat ini diperkirakan sekitar 27 persen aksepsor KB drop out setiap tahun. Angka drop out tertinggi pada pengguna pil, kondom dan suntikan.
Tingginya angka drop out pada peserta KB pil, kondom dan suntikan disebabkan karena metode KB itulah yang paling banyak digunakan daripada metode KB lainnya.
Metode KB yang paling diketahui masyarakat adalah pil dan suntik, sedangkan yang kurang diketahui adalah diafragma dan kontrasepsi darurat. Metode pil, suntik dan susuk diketahui dalam proporsi yang hampir sama baik di perkotaan maupun perdesaan dan di berbagai tingkat pendidikan. Sedangkan metode KB lain cenderung lebih diketahui di perkotaan dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Karena masih tingginya angka drop out KB, maka dibutuhkan tidak kurang 7 juta peserta KB baru setiap tahun untuk mempertahankan posisi CPR yang saat ini sekitar 60 persen dari PUS. Berbagai upaya terus dilakukan BKKBN, utamanya melalui penurunan angka unmeet need, meningkatkan peserta KB metode jangka panjang, menurunkan angka drop ut peserta KB dengan memperkuat rantai pemasok kontrasepsi.
Selama ini bidan menjadi mitra utama BKKBN dalam pelayanan KB di lini lapangan. Bidan adalah sahabat para PLKB yang selalu bersinergi dalam meningkatkan cakupan kesertaan ber-KB  di daerah. Slogan “ada Bidan ada KB dan ada KB ada Bidan” sampai saat ini masih sangat relevan.