Minggu, 10 Januari 2016

Hamil di Usia Remaja Berisiko Gemuk Saat Tua

ilustrasi - Hamil di Usia Remaja Berisiko Gemuk Saat Tua
ilustrasi – Pernikahan Usia Remaja

Siapa bilang jika wanita yang hamil di usia muda itu cenderung lebih mudah langsing kembali setelah melahirkan. Justru sebaliknya, wanita yang hamil di usia remaja berpotensi lebih besar mengalami kegemukan di usia lanjut.
Demikian hasil studi terhadap wanita yang hamil untuk kali pertama di usia 13-19 tahun. Risiko mereka mengalami obesitas 32 persen lebih tinggi dibanding yang hamil kali pertama di atas usia 20 tahun.
“Kehamilan di usia remaja memiliki risiko komplikasi kesehatan lebih besar, antara lain melahirkan bayi dengan berat rendah, mengganggu pendidikan ibu, hingga obesitas di usia lanjut,” kata dr Tammy Chang dari University of Michigan Medical School.
Penelitian yang dilakukan Chang tersebut berdasarkan tinjauan data terhadap 5.220 wanita berusia 20-29 tahun, kemudian dibandingkan antara mereka yang melahirkan di usia remaja dan tidak.
Data Proporsi Kehamilan Remaja di Indonesia
Data Proporsi Kehamilan Remaja di Indonesia
Hasil penelitian juga menunjukkan hanya sedikit wanita yang melahirkan di usia remaja memiliki berat badan normal, dibandingkan dengan wanita yang hamil dan melahirkan di usia dewasa.
“Penanganan terhadap ibu melahirkan usia remaja selama ini lebih difokuskan pada perawatan anak, rumah, pendidikannya, sosial, serta dukungan finansial. Hanya sedikit yang melihat dampak jangka panjang dari kehamilan usia remaja,” katanya.
Sementara itu, hasil Riset Dasar Kesehatan Indonesia 2012 menunjukkan bahwa pengetahun remaja tentang kesehatan reproduksi belum memadai, dimana hanya 35,3 % remaja perempuan dan 31,2% remaja laki-laki usia 15-19 tahun yang mengetahui perempuan dapat hamil dengan satu kali berhubungan seksual.